Bab 4 : Manusia dan Cinta Kasih

CINTA dan KASIH

 

Cinta juga selalu menyatakan unsur – unsur dasar tertentu, yaitu :

v  Pengasuhan, contohnya cinta seorang ibu kepada anaknya

v  Tanggung jawab, adalah tindakan yang benar – benar berdasarkan atas  suka rela

v  Perhatian, merupakan suatu perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan pribadi orang lain agar mau membuka dirinya

v  Pengenalan, merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia manusia

 

Tahap cinta

  • TA’ARUF (PERKENALAN)

Perkenalan adalah fondasi awal terbangunnya sebuah hubungan cinta. Maka, tidak salah bila ada ungkapan; “Tak kenal, maka tak sayang. Tak sayang, maka tak cinta..”

Pertemuan yang mengarah pada perkenalan merupakan takdir Allah. Dan fondasi cinta yang kokoh adalah perkenalan yang tulus tanpa berselimut kepentingan, juga perkenalan yang tidak pilah pilih latar belakang, paras, atau strata sosial. Firman Allah dalam QS. Al Hujarat: 13 yang artinya ;

“Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu, laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Dalam perkenalan, Islam tetap memberi batasan. Sangat sulit kita sebagai manusia menilai ketakwaan seseorang. Namun, rambu-rambunya jelas. Kalaupun ingin memilah-milih teman, hindarilah berteman dengan mereka yang jauh dari Agama. Jika berteman dengan sipenjual Parfum, pastilah kecipratan wanginya..

  • TA’AWUN (TOLONG MENOLONG)

Bila saling tolong menolong sudah tercipta, itu artinya kita sudah naik satu tingkatan lagi yaitu TA’AWUN. Sahabat atau teman sejati tentu akan ringan tangan menolong tanpa pamrih, saat kita dalam masalah besar. That’s what friend for..(kata orang bule).

Dalam Islam ada istilah itsar, yang artinya mendahulukan kepentingan orang lain. Dalam kondisi tertentu, itsar memang dianjurkan. Tapi, dalam hal ibadah, itsartidak dianjurkan, seperti perkara Nikah (ingat kasus Fadil yang mengalah pada temannya untuk menikahi perempuan yang dicintainya dalam film KCB). He he.. masih demam KCB.

 

  • TAKAFUL (SEPENANGGUNGAN)

Ini tingkatan tertinggi dalam cinta. Pada tingkatan TAKAFUL, dua orang yang saling mencintai akan merasa sepenanggungan. Deritamu adalah deritaku, bahagiamu adalah bahagiaku.. Senyummu adalah senyumku, tangismu adalah tangisku.

Sejatinya, suami istri dalam menjalani rumah tangga sudah mencapai tingkat TAKAFUL dalam cinta. Jenjang perkawinan bukanlah waktu untuk saling berkenalan lagi, tapi waktu untuk saling menyesuaikan diri dengan pasangannya, hingga mencapai tingkat TAKAFUL.

Ada pesan Rasulullah perihal cinta;

“Jangan sampai cintamu kepada makhluk lebih besar daripada cintamu kepada sang khalik (pencipta). Cintailah kekasihmu, tapi jangan terlalu, karena suatu saat  bisasaja ia menjadi musuhmu. Dan bencilah musuhmu, tapi jangan terlalu, karena suatu saat bisasaja ia menjadi kekasihmu..”

 

Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/psychology/2258301-pengertian-dan-unsur-unsur-cinta/#ixzz290N5Olx5

http://media.kompasiana.com/buku/2011/12/16/tingkatan-cinta/

 

Cinta Menurut Ajaran Agama

 

  • Cinta Menurut Pandangan Islam

Kesenian cinta yang didasari runtutan fitrah tanpa dicabul oleh hawa syahwat merupakan logo kedamaian, keamanan dan ketenangan. Namun cinta seringkali diperalatkan untuk melangsai keghairahan nafsu dan kebejatan iblis laknatullah. Demi kemakmuran manusia sejagat, kita mesti menangani fenomena cinta dengan nilai fikrah yang suci dan iman yang komited kepada Allah.

Permasalahan cinta antara yang dihadapi secara serius oleh umat Islam hari ini. Pertentangan antara cinta hakiki dan cinta palsu menyebabkan umat Islam menghadapi dilema perasaan yang kronik. Krisis cinta palsu telah memapah umat Islam ke medan perpecahan yang memusnahkan etika spritual-membunuh solidaritas dan menodai moral etika.

Individu mukmin sewajarnya peka terhadap kehadiran cinta di dalam jiwa. Cinta yang berlogikkan nafsu dan syahwat semata-mata hanyalah cinta palsu yang penuh jijik dan dihina.

Apakah Kedudukan Cinta Di Dalam Islam?

Adakah Islam memusuhi cinta? Adakah sebegini kejam sebuah agama yang disifatkan menepati fitrah? Sebenarnya tidak. Malah Islam memandang tinggi persoalan cinta yang tentunya merupakan perasaan dan fitrah yang menjiwai naluri setiap manusia. Namun, cinta di dalam Islam perlulah melalui pelbagai peringkat keutamaannya yang tersendiri :

 

  1. 1.      Cinta kepada Allah

Islam meletakkan cinta yang tertinggi dalam kehiudupan manusia ialah cinta kepada Allah. Ketinggian nilai taqarrub Al-Abid kepada Khaliq dapat dikesan melalui cinta murni mereka kepada Pencipta. Tanpa cinta kepada Allah perlakuan hamba tidak memberi pulangan yang bererti sedangkan apa yang menjadi tunjang kepada Islam ialah mengenali dan dan menyintai Allah.

Sinaran cinta itu jua akan mendorong hamba bertindak ikhlas di mihrab pengabdian diri kepada Allah serta menghasilkan cahaya iman yang mantap. Firman Allah SWT :

“..(Walaupun demikian), ada juga di antara manusia yang mengambil selain dari Allah (untuk menjadi) sekutu-sekutu (Allah), mereka mencintainya, (memuja dan mentaatinya) sebagaimana mereka mencintai Allah; sedang orang-orang yang beriman itu lebih cinta (taat) kepada Allah…” (Surah Al-Baqarah ayat : 165)

Memiliki cinta Allah seharusnya menjadi kebanggaan individu mukmin lantaran keagungan nilai dan ketulusan ihsan-Nya.Namun menjadi suatu kesukaran untuk meraih cinta Allah tanpa pengabdian yang menjurus tepat kepada-Nya. Cinta Allah umpama satu anugerah yang tertinggi dan tidak mungkin sesiapa dapat memilikinya kecuali didahulukan dengan pengorbanan yang mahal. Cinta Allah adalah syarat yang utama untuk meletakkan diri di dalam barisan pejuang-pejuang kalimah Allah SWT. Firman Allah SWT (yang bermaksud) :

“..Wahai orang-orang yang beriman! Sesiapa di antara kamu berpaling tadah dari ugamanya (jadi murtad), maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Ia kasihkan mereka dan mereka juga kasihkan Dia; mereka pula bersifat lemah-lembut terhadap orang-orang yang beriman dan berlaku tegas gagah terhadap orang-orang kafir…” (Surah Al-Maidah, ayat 54)

 

  1. 2.      Cinta Kepada Rasulullah SAW dan Para Anbiya’

Apabila manusia berada di dalam kegelapan yang begitu kelam,maka diutuskan pembawa obor yang begitu terang untuk disuluhkan kepada manusia ke arah jalan kebenaran. Sayang, pembawa obor tersebut terpaksa begelumang dengan lumpur yang begitu tebal dan menahan cacian yang tidak sedikit untuk melaksanakan tugas yang begitu mulia.

Pembawa obor tersebut ialah Rasulullah SAW. Maka adalah menjadi satu kewajipan kepada kepada setiap yang mengaku dirinya sebagai muslim memberikan cintanya kepada Rasulullah dan para ambiya’. Kerana kecintaan inilah, para sahabat sanggup bergadai nyawa menjadikan tubuh masing-masing sebagai perisai demi mempertahankan Rasulullah SAW. Dalam satu hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim menyebut :

Diriwayatkan daripada Anas r.a katanya: Nabi s.a.w bersabda: Tiga perkara, jika terdapat di dalam diri seseorang maka dengan perkara itulah dia akan memperolehi kemanisan iman: Seseorang yang mencintai Allah dan RasulNya lebih daripada selain keduanya, mencintai seorang hanya kerana Allah, tidak suka kembali kepada kekafiran setelah Allah menyelamatkannya dari kekafiran itu, sebagaimana dia juga tidak suka dicampakkan ke dalam Neraka.

(Bukhari : no. 15, Muslim : no. 60, Tirmizi : no. 2548 Nasaie : no. 4901)

 

  1. 3.      Cinta Sesama Mukmin

Interaksi kasih sayang sesama mukmin adalah merupakan pembuluh utama untuk menyalurkan konsep persaudaraan yang begitu utuh. Cinta sesama mukmin inilah yang mengajar manusia supaya menyintai ibubapanya. Malah mengherdik ibubapa yang bererti merungkaikan talian cinta kepada keduana adalah merupakan dosa besar sebagaimana yang disebut di dalam satu hadis yang diriwayatkan oleh Abu Bakrah r.a katanya:

“Ketika kami bersama Rasulullah s.a.w, baginda telah bersabda: Mahukah aku ceritakan kepada kamu sebesar-besar dosa besar: Ianya tiga perkara, iaitu mensyirikkan Allah, mengherdik kedua ibu bapa dan bersaksi palsu atau kata-kata palsu..”

(Hadis riwayat Bukhari, no. 5519, Muslim : no. 126)

 

Sumber                : http://rifafreedom.wordpress.com/2008/09/22/cinta-menurut-pandangan-islam/

 

  • Pacaran Menurut Iman Kristen dan Alkitab

Pengertian pacaran sepertinya sudah menjadi pengertian yang umum, secara garis besar pacaran adalah suatu hubungan tingkat lanjut setelah pertemanan/teman sejati, dalam kata lain pacaran seperti hubungan spesial yang terjadi hanya antara lawan jenis, bukan homo ataupun lesbian. Pacaran juga menunjukkan seberapa besar tingkatan kedewasaan Manusia, karena orang tersebut mampu menentukan pasangan mana yang terbaik untuk diri sendiri.

Masalah utama yang akan kita bahas di dalam Pacaran Menurut Iman Kristen dan Alkitab itu adalah ketidakmampuan memilih, menentukan dan menjaga bait suci Tuhan (Tubuh dan diri manusia). Pada masa dan usia seperti remaja memang rentan dan sudah merupakan hal yang lumrah jika sudah berpacaran, tapi berpacaran seperti apa yang menurun Iman Kristen dan Alkitab sebagai berpacaran yang benar dan sehat?

 

  1. Berpacaran dan Kenali lebih dekat
    Berpacaran itu bertujuan dasar mengenali diri pasangan anda secara lebih detail atau lebih dekat. Perhatikanlah kebiasaannya, apa yang suka dan tidak suka dilakukannya. Jika memang sudah memutuskan untuk berpacaran, lihat jati diri, agama dan juga otoritasnya, apa tujuannya berpacaran. Jangan remehkan hal-hal simpel itu, karena jika sudah menikah anda tidak bisa memisahkan diri dari pasangan anda, karena di Kristen perceraian itu di “HARAMKAN” alias tidak boleh dilakukan, sehubung salah satu dari pasangan terpisah oleh maut (sudah meninggal) baru boleh menikah lagi. Jadi Pacaran Menurut Iman Kristen dan Alkitab itu sangat penting karena berhubungan dengan masa depan mu juga.
  2. Cinta yang benar dalam berpacaran menurut Alkitab dan Iman Kristen
    Cinta itu merupakan salah satu anugerah terindah yang diberikan Tuhan kepada setiap manusia dan pasangan yang ada, mengapa? Seperti yang dibilang didalam Yoh 15:9-10, Tuhan mengamanatkan dan juga memberi contoh mencintai orang yang tulus dan sejati itu seperti apa, bahkan ada juga pembuktiannya. Ingat dalam berpacaran dan ketika sudah berkeluarga kamu tidak hanya “Makan Cinta” saja, tetapi harus ada pertimbangan lain yang harus dipikirkan jika sudah mencintai dalam hubungan pacaran.

Cinta dan kasih itu dibagi menjadi bermacam-macam bentuk dan rupa, seperti: Agape, Storge, Filia, Eros. Diantara semua jenis cinta kasih itu, Alkitab sangat menyarankan cinta Kasih Agape, yaitu Cinta yang tak mengharapkan balasan, ikhlas dan sepenuh hati. Setelah Agape barulah mencintai pasangan mu dengan kasih yang lainnya.

  1. Kencan dan Pacaran yang benar
    Seperti yang dikatakan Matius 22:37-40, Kasih yang terutama adalah kasih kepada Tuhan dan kemudian baru Kasih yang diberikan kepada sesamamu manusia. Apa hubungannya dengan kencan dalam berpacaran? Ayat tadi sangat berhubungan dengan Matius 5:27-28, bahwa kita sebagai pasangan yang sedang berpacaran butuh rambu-rambu yang jelas dalam melaksanakannya, jangan sampai-sampai pacaran justru membawa anda ke jurang dosa.

 

Sumber                : http://edukasikristen.blogspot.com/2012/06/pacaran-menurut-iman-kristen-dan.html

 

Kasih Sayang

 

Dalam buku Ilmu Budaya Dasar yang ditulis oleh Yulia Budiwati, dijelaskan mengenai pengertian kasih sayang, cinta, kemesraan, dan pemujaan.

Kasih sayang, adalah satu istilah yang konotatif, dan tidak denotatif. Akan tetapi ia tidak akan muncul dan berkembang tanpa adanya kehendak sesuatu pihak yang memberikannya. Sebelum kita memberi kasih sayang kepada orang lain, sayangilah diri anda sendiri terlebih dahulu dengan mencerminkan akhlak dan moral yang baik.
Kasih sayang ini sadar atau tidak, menuntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka masing-masing pihak sehingga antar keduannya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh.

 

Cinta, merupakan kebutuhan hidup yang sangat mendasar. Cinta memang sulit untuk didefinisikan, namun secara sederhana cinta bisa dikatakan sebagai paduan rasa simpati antardua makhluk dan cinta milik semua orang. Rasa simpati ini berkembang di antara pria dan wanita, antara orang tua dan anak, ataupun cinta kita kepada sesama manusia.
Cinta juga merupakan ikatan yang kita bentuk dengan individu-individu di luar diri kita sebagai bagian dari usaha kita untuk menempatkan dan memberikan makna terhadap kehidupan kita.

 

Kemesraan, berasal dari kata dasar ‘mesra’, yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan adalah hubungan akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan merupakan perwujudan kasih sayang yang telah mendalam. Cinta yang berlanjut menimbulkan pengertian mesra atau kemesraan. Kemesraan adalah perwujudan dari cinta. Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia. Kemesraan dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan bakatnya.

 

Pemujaan, dimulai sejak manusia dilahirkan dengan akal yang dimilikinya. Manusia telah berfikir kritis tentang alam dan kejadiannya. Hal ini dapat diwujudkan dengan mengagumi dan bersyukur kepada Sang Pencipta. Dalam mencari bentuk-bentuk pemujaan dapat berupa ibadah sebagai media komunikasi antara manusia dengan Tuhan, membangun tempat ibadah yang sebaik-baiknya, mencipta lagu, puisi, novel, film, dan sebagainya yang bertema mencintai Sang Pencipta.

 

Cinta Kasih Erotis,Cinta kasih erotis yaitu kehausan akan penyatuan yang sempurna, akan penyatuan dengan seseorang lainnya. cinta kasih erotis bersifat ekslusif, bukan universal, pertama-tama cinta kasih erotis kerap kali di campurbaurkan dengan pengalaman yang dapat di eksplosif berupan jatuh cinta. Tetapi seperti yang telah dikatakan terlebih dahulu , pengalaman intimitas, kemesraan yang tiba-tiba ini pada hakekatnya hanya sementara.

Keinginan seksual menuju kepada penyatuan diri, tetapi sekali-kali bukan merupakan nafsu fisi belaka, untuk meredakan ketegangan yang menyakitkan. Rupanya keinginan seksual dengan mudah dapat di dicampuri atau di stimulasi oleh tiap-tiap perasaan yang mendalam. Dalam cinta kasih erotis terdapat eksklusivitas yang tidak terdapat dalam cinta kasih persaudaraan dan cinta kasih keibuan, sering kali eksklusivitas  dalam cinta kasih erotis di salah tafsirkan dan di artikan sebagai suatu ikatan hak milik, contoh sering kita jumpai separang orang-orang yang sedang saling mencintai tanpa merasakan cinta kasih terhadap setiap orang lainya.Cinta kasih erotis apabila ia benar-benar cinta kasih, mempunyai satu pendirian yaitu bahwa seseorang sunguh-sunguh mencintai dan mengasihi dengan jiwanya yang sedalam-dalamnya dan menerima pribadi orang lain(wanita ataupun pria). Hal ini merupakan dasar gagasan bahwa suatu pernikahan tradisional, yang kedua mempelainya tidak pernah memilih jodohnya sendiri, beda halnya dengan kebudayaan barat/ zaman sekarang, gagasan itu ternyata tidak dapat diterima sama sekali. Cinta kasih hanya di anggap sebagai hasil suatu reaksi emosional dan spontan. Dengan demikian, bahwa cinta kasih erotis merupakan atraksi individual belaka maupun pandangan bahwa cinta kasih erotis itu tidak lain dari perbuatan kemauan.

 

Belas Kasihan, Belas kasih (composian)adalah kebajikan -satu di mana kapasitas emosional empati dan simpati untuk penderitaan orang lain dianggap sebagai bagian dari cinta itu sendiri, dan landasan keterkaitan sosial yang lebih besar dan humanisme-dasar ke tertinggi prinsi-prinsip dalam filsafat, masyarakat, dan kepribadian . 
Ada aspek belas kasih yang menganggap dimensi kuantitatif, seperti individu belas kasih yang sering diberi milik  kedalaman,kekuatan atau gairah . Lebih kuat dari empati , merasakan umumnya menimbulkan aktif keinginan untuk meringankan penderitaan orang lain.. Hal ini sering, meskipun tidak pasti, komponen kunci dalam apa yang memanifestasikan dalam konteks sosial .Dalam etika istilah, berbagai ungkapan bawah usia yang disebut Golden Rule mewujudkan oleh implikasi prinsip kasih sayang: untuk orang lain apa yang Anda ingin mereka lakukan untuk Anda

 

Sumber            : http://tifany-tifa.blogspot.com/2010/10/pengertian-belas-kasih.html

http://hasqial.blogspot.com/2011/01/cinta-kasih-erotis.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s