Kehidupan Bumi dan Sejarah Kehidupan Manusia Di Bumi

Sejarah kehidupan berawal ketika bumi baru terbentuk,dan yang terjadi selanjutnya adalah terjadinya proses evolusi kimiawi. Sejarah akan bumi juga bisa dilihat dan di teliti melalui penemuam fosil sebagai bahan ekspedisi sejarah. Fosil adalah bukti untuk menjelaskan tentang kejadian makroevolusi. Makroevolusi adalah perubahan dalam skala besar diatas tingkatan spesies yang berlangsung dalam jangka waktu yang sangat lama. Umur fosil dapat dihitung dengan cara menentukan umur relative dan umur absolute. Umur relativeditentukan berdasarkan letak fosil di dalam strata. Seluruh strata yang mengandung fosil yang di anggapmempunyai umur yang sama.

 

o   Fosil terbagi atas 4 era, yaitu:
1)      Era Prakambira
2)      Era Paleozoik
3)      Era Mesozoik
4)      Era Senozoik

 

 

o   Era terbentuknya bumi terbagi atas 5 era, yaitu:
1) Era arkea /archean(4600-2500 juta tahun yang lalu)
2) Era proteozoikum/proterozoic(2500-544 juta tahun yang lalu)
3) Era Palezoikum/paleozoic(544-250 juta tahun yang lalu)
4) Era Mesozoikum/mesozoic(250-60 juta tahun yang lalu)
5) Era senozoikum/cenozoic(65 juta tahun yang lalu)

 

 
Berdasarkan Sejarah melalui penelitian Geologi (Penelitian tentang lapisan kulit bumi) ,berjuta juta tahun yang lalu dijelaskan perkembangan makhluk hidup dan lingkungannya ,dari awal terbentuknya permukaan bumi , munculnya makhluk makhluk kecil (microorganism)seperti protozoa yang kemudian berkembang menjadi makhluk yang lebih komplek, dan kemudian munculah makhluk makhluk raksasa, dan muncul makhluk lainnya seperti serangga, reptile, ikan, mamalia dan sebagainya.

 

Perkembangan makhluk hidup diBumi dapat dijelaskan dengan “Pembagian Jaman Berdasarkan Geologi” :

 

(1) Zaman Arkaekum / Azoikum (ZAMAN TERTUA)
Zaman Arkaekum ± 2500 juta tahun, bumi masih berbentuk bola pijar berputar pada porosnya, suhu udara panas, iklim dan cuaca tidak stabil, dan belum ada tanda tanda kehidupan.

 

(2) Zaman Paleozoikum (ZAMAN KEHIDUPAN TUA)
Zaman paleozoikum ±340 juta tahun, iklim dan cuaca masih berubah rubah, curah hujan sangat tinggi, keadaan lingkungan di bumi belum stabil. Hujan yang terus menerus membanjiri permukaan bumi yang panas, mendinginkan, dan membentuk genangan air. Pada Zaman ini mulai muncul tanda tanda kehidupan dengan munculnya makhluk pertama di bumi “makhluk bersel satu (microorganisme) seperti protozoa, dan berkembang hewan yang tidak bertulang punggung seperti jenis ikan dan jenis ganggang atau rumput rumputan Sebagai bukti ditemukannya “fosil” hewan dan tumbuhan yang berusia berjuta juta tahun, Zamanini merupakan ZAMAN PERTAMA

 

(3) Zaman Mesozoikum (ZAMAN KEHIDUPAN PERTENGAHAN)
Zaman Mesozoikum ±140 juta tahun , keadaan iklim dan cuaca berangsur angsur membaik, makhluk hidup yang muncul pada zaman ini adalah binatang binatang reptile yang mempunyai ukuran badan sangat besar. Zaman mesozoikum disebut juga zaman reptile atau ZAMAN KEDUA

 

(4) Zaman Neozoikum / Kaenozoikum
Zaman Neozoikum ±60 juta tahun, kedaan bumi semakin membaik , cuaca dan iklim semakin stabil dan kehidupan semakin berkembang dengan pesat. Zaman Neozoikum dibedakan menjadi dua,yaitu:

 

4.1 Zaman Tersier merupakan ZAMAN KETIGA:
Pada Zaman ini binatang purba yang raksasa mulai berkurang jumlahnya, sedikit demi sedikit ,lama kelamaan punah karena tidak dapat lagi beradaptasi dengan lingkungan yang ganas dan digantikan dengan munculnya binatang yang manis dan lucu antara lain binatang menyusui, kera ,monyet, orang hutan dan Gigantropus (Manusia Kera Raksasa). Giganthropus ditemukan di Bukit Siwalik di kaki pegunungan Himalaya dan didekat Simia (India Utara).

 

4.2 Zaman Kuarter merupakan ZAMAN KEEMPAT:
Pada zaman ini munculah tanda tanda kehidupan manusia purba , zaman ini dibedakan menjadi:

 

 
4.2.1 Kala Pleistosen (DILUVIUM):
Zaman ini dinamakan juga zaman Es atau zaman Glasial. Keadaan permukaan bumi semakin membaik ,daerah yang jauh dari Kutup terjadi hujan lebat yang terus menerus sepanjang tahun . Es dari kutup Utara mencair hingga menutupi sebagian Eropa Utara,Asia Utara, dan Amerika

 

4.2.2 Kala Holosen (ALLUVIUM):

 

Sebagian Es di kutub Utara sudah mencair mengakibatkan permukaan air laut naik. Muncul pulau pulau di Nusantara dan dataran rendah di paparan Sunda dan paparan Sahul tergenang air dan menjadi laut Transgresi. Pada Zaman ini mulai hidup jenis manusia Homo Sapiens yaitu jenis manusia seperti sekarang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s